Jumat, 19 Desember 2014

Cinta Terpendam


Perkenal kan nama ku arifin, aku seorang mahasiswa di perguruan tinggi swasta di kota bandung. Aku adalah lelaki yang jauh dari kata sempurna, waktu masih sma aku tak pernah mengenal apa itu cinta, dikarenakan sekolah aku yang homogen alias isinya cuma cowok semua ada cewek paling juga guru itu juga udah pada tua. Tetapi semuanya berubah ketika aku memasuki bangku kuliah.
Hari pertama kuliah diisi dengan acara yang namanya ospek menyebalkan memang, tapi ya sudah lah aku jalani saja. Hari pertama ospek memang sedikit canggung karena dengan lingkungan baru, orang baru dan gak ada yang kenal satu orang pun. Tetapi ada seseorang yang mampu mengalihkan dunia ku, yang dulunya gelap menjadi terang, yang dulunya tak mengenal cinta sekarang jadi merasakan cinta itu seperti apa. Dia adalah seorang wanita muslimah yang baik cantik dan menutup semua auratnya rapat-rapat, nama nya ridla fauziah ismaha namun teman-temannya biasa panggil dia isma.
Singkat cerita aku kenal dengan nya. Ternya dia juga anak rantau sama seperti aku dan tempat tinggal nya tidak terlalu jauh dengan ku jarak nya sekitar 5 – 6 km dari rumah ku.
Jujur aku tidak berani menyampaikan rasa suka atau tertarik sama dia, namun aku ada cara yang mungkin sedikit aneh untuk bisa dekat dengan dia, yaitu dengan cara berpura-pura mendekati sahabat nya, sebut saja nama sahabat nya bunga, orangnya supel dan lumayan pandai.
Aku selalu curhat sama isma tentang bunga yang sebenernya cuma modus belaka hehe. Ternyata dia selalu kasih saran positif pada ku, singkat cerita bunga (sahabat isma) dia jadian dengan cowok lain.
Aku inget pas terakhir kalinya dia ngasih saran pada ku tentang bunga, “udah lah fin lupain aja dia, mungkin dia bukan yang terbaik buat kamu” begitu ujar dia di telpon. Iyalah dia gak mungkin jadi yang terbaik buat aku, karena aku berharap yang terbaik buat aku itu kamu isma ujarku dalam hati.
Semenjak saat itu aku makin deket sama dia. Sering pulang bareng, kalau main sama temen-temen satu kelas pasti dia gak mau sama cowok lain maunya sama aku doang padahal banyak yang nawarin bareng tapi dia selalu jawab “engga deh makasih aku sama arifin aja”. Bahkan ada temen aku yang nawarin ngaterin dia pulang ke tempat kos dia tolak dan malah dianterin sama aku di depan orang yang nawarin tadi. Wajar banyak temen aku yang cemburu karena dia lebih milih aku hehehe
Namun ketika aku ingin mengungkapkan perasaan ini selalu ada keraguan di hati ini. Apakah aku bakalan di terima?. Aku takut ketika aku mengungkap kan perasaan ini dia malah menjauh dari ku, oleh karena alasan itu lah aku tak pernah mengungkapkan rasa sayang dan cinta ku ini pada nya.

Jatuh Cinta Sendiri


Sudah lama, aku mulai jenuh dengan situasi seperti ini. Keadaan menyebalkan yang tak pernah berubah. Kamu masih dengan dia, masih bahagia. Seseorang yang lain masih mengharapkanmu, menantimu menyudahi bahagia dengan dia lalu mengajakmu berbahagia bersamanya saja, dan aku, masih sama, masih diam mendengarkanmu bercerita tentang bahagiamu bersamanya, masih diam mendengarkan seseorang lain itu berkeluh kesah membicarakan bahagiamu yang di rasa lebih cocok kamu jalani bersamanya. Aku masih sama, masih bingung mau menceritakan urusanku pada siapa, masih kesulitan mengurus perkara jatuh cinta yang sendirian ini.
Dalam diam menanggapi ceritamu, aku sebenarnya jengkel. Kamu bilang dia berubah, kamu bilang dia tak lagi peduli seperti diawal, kamu bilang bla… bla.. bla, semua yang menyakitkan sampai membuatku ikut merasakan sesak juga. Kamu pernah merasakan seperti yang aku rasakan ini? melihat orang yang kamu suka memaksakan suatu kebahagiaan, disakiti, tapi yang kamu suka tetap saja memilih yang menyakitinya itu? Kamu, seharusnya sudahi saja semua yang kamu jalani bersamanya. Lihat, tatapanmu, tatapanmu tak lagi berbinar seperti dulu, seperti saat kamu bercerita tentangnya diawal-awal hubunganmu, dan suaramu, suaramu tak lagi menyenangkan saat didengar, entah apa yang salah, toh suaramu masih sama, atau mungkin nada ceritamu yang membuatnya berbeda? disela ceritamu, kamu sering menarik nafas panjang, berdiam beberapa waktu, lalu mengusap keningmu. Ayolah, aku tidak suka melihatnya.
Dalam diam menanggapi cerita dari seseorang itu, seseorang yang kamu tahu persis, dia juga mengharapkanmu, berlama menyia-nyiakan waktu hanya untuk menunggumu, aku sering merasa kesal. Untuk apa aku mendengarkannya, bersimpati atas perih yang ia rasakan, menasihatinya untuk menyerah saja dan mencari bahagia lain. Untuk apa?
Pernah kamu merasakan yang ini? disaat kamu harus berpura-pura simpati terhadap orang lain, padahal kamu sendiri juga merasakan getir yang sama?
Seseorang itu tidak lebih cantik dari dia, jelas saja kamu tidak berpaling lalu memilihnya. Seseorang itu tidak lebih pintar dari dia, sementara kamu bilang kamu suka dengan gadis yang pintar, bisa diajak berdiskusi ini itu, jadi jelas saja kamu tetap memilihnya. Bodoh sekali seseorang itu, memelihara sebuah hal yang dirasa kesabaran, padahal jelas-jelas itu pelukaan.
Dan aku, biar kuceritakan sendiri apa saja yang aku lalui. Sedikit saja, kamu tak perlu takut akan jenuh mendengarnya. Aku ini sama seperti seseorang itu, sama bodohnya, mengharapkanmu, menunggu kamu beranjak mencari bahagia yang lain. Bedanya, aku tidak seperti orang itu, tidak seberani orang itu mengungkapkan perasaannya padamu. Berarti aku lebih bodoh.
Aku sering membohongi diriku sendiri, membiarkannya menerima kenyataan bahwa melihatmu bahagiapun sudah cukup. Bahwa melihatmu bersama dia, atau bersama seseorang itu pun, aku akan tetap baik-baik saja. Bahwa aku pasti kuat mengurus jatuh cinta sendirian ini. Itu juga bahagia yang aku paksakan.

Liburan ke Bandung


Liburan lalu, saya pergi ke Kota Bandung dengan ayah saya, ibu saya , dan saudara saya . Kota Bandung untuk keluarga saya adalah tempat favorit untuk liburan . Terlepas dari lokasi untuk liburan, di Kota Bandung juga terkenal untuk belanja dan banyak tempat untuk kuliner lezat.
Keluarga saya liburan di Kota Bandung selama tiga hari . Selama liburan kami di Kota Bandung , kami tinggal dengan sepupu saya , di jalan Ciumbuleuit di Kota Bandung . Mereka sangat baik pada keluarga saya . Namanya paman Jajang , paman saya dan bibi namanya Evi , bibi saya , juga tiga anak , Defani , Vidya , dan Zalva .
Pada hari pertama saya dan keluarga saya pergi ke wisata kuliner di jalan Dago . Ada banyak kuliner . Mulai dari kuliner Sunda sampai ke Eropa kuliner . Semua kuliner yang sangat lezat.
Pada hari kedua , saya dan keluarga saya pergi untuk berbelanja . Kota Bandung terkenal dengan tempat belanja . Salah satu yang terkenal untuk tempat-tempat belanja untuk belanja . Saya dan keluarga saya membeli pakaian. Seperti kemeja , celana , jaket , dan beberapa aksesoris .
Pada hari terakhir , saya dan keluarga saya pergi untuk mencari ketenangan di kebun binatang Bandung . Di kebun binatang Bandung , ada banyak jenis hewan . Dari spesies burung , termasuk Merak dapat dilihat di kebun binatang London , selain itu ada hewan Beruang , Naga , Gajah , Harimau , Rusa , Unta , Zebra, dan Primata termasuk Siamang .

Cinta Pertama yang Membuatku Bodoh


Setiap orang menyebutku bodoh ketika mereka melihat bagaimana ku bertahan dengan kisah yang tiada jelasnya. 3 tahun bukanlah penantian yang berarti untuk usiaku yang belia ini, 17 tahun. Tarik ulur hati oleh sebuah pesan singkat di handphone yang kadang muncul kadang tidak, hanya seperti permainan belaka. Dramatikal kisahku yang terasa semakin memburuk dengan kabar yang mengatakan dia telah menyukai wanita lain baru-baru ini. Status sosial media yang selama ini menjadi sumber berita tentangnya, penuh dengan kalimat romantis olehnya. Bukan untukku, meski kuharap begitu, namun untuk wanita lain. Terasa bodoh ketika harus menangis melihat tulisan yang tiada bisa menyakiti itu. Lebih dari silet yang menyayat ternyata, meski hanya untaian kata.
Setiap hari, foto-foto mereka muncul di beranda ku. Seakan ingin berbicara, “ini dia yang kusayang bukan kamu..”. hanya tetesan air mata kepedihan yang menemaniku. Berlebihan memang, tapi aku hanya “korban cinta pertama.” Hai kamu tersangka, kembalikan hatiku! Berapa lama lagi kamu bermain dengan kerapuhannya. Hanya pekikan lirih dari perihnya keadaan yang menyelimuti. Penjarakan setiap gerak raga ini.
Di saat ku berusaha lepaskan borgol ini, aku hampir saja menyentuh pintu keluar menuju cerita baru, tapi aku ditarik lagi oleh sebuah pesan singkat yang sangat berarti untukku, “hy”. Namamu terdaftar di inbox-ku saat kau mengirimkan pesan itu kepadaku. Ada getar yang menggerakan organ dalamku, tepatnya hatiku. Dengan semangat dan tak ingin membuat kau menunggu, aku membalas, “hy juga.. apa kabar?” saat ku hendak mengirimnya, sesaat aku terhenyak oleh foto-foto di facebookmu yang sedang ku buka, kau sedang bersama pria itu. Aku mencoba mengurung niatku, tapi aku gagal oleh hasrat yang ingin kembali membaca pesan balasanmu. Aku mengirimkan pesan itu. Aku terasa begitu bersemangat saat itu. Saat hpku bergetar, aku melihat segera mungkin. Ternyata pesan dari operator. Oke, aku tetap menunggu. Hingga tak sadar dalam penantian itu, aku tertidur. Tak terasa malam membangunkanku, aku kembali melihat handphone, namun inboxku tiada bertambah lagi. Dada begitu menyesak. Menangis pun tak ada air mata yang keluar.
Sampai kapan akbar kamu seperti ini. Aku terus berpikir tentang keadaanku sebelum mengenal dia, putri. Orang yang membuatku tidak mengenal diriku yang dulu. Aku baik-baik saja. Bahkan sangat baik. Namun, entah apa yang ada dalam cinta pertama yang terus membelenggu pikiran dan hatiku yang seolah menjadi buta permanen selama 3 tahun. Cinta pertama yang dulu selalu aku dambakan. Aku bilang hidupku menjadi berwarna, aku bilang aku terlihat istimewa, namun aku lupa, bahwa itu hanya perasaanku saja. Cinta yang kuanggap indah, berwarna, semua hanya semu. Putri itu tidak pernah menanggapi rasa ku. Dia hanya mencoba bersikap wajar meresponiku. Namun, aku selalu berpikir positif dan menganggap dia menyukaiku. Kini aku tersadar. Perasaanku terlalu ikut campur hingga mematikan logikaku. Kini, korban cinta pertama seolah sebutan yang cukup dan tepat bagi hati yang masih berharap meski terus tak tertanggap. Perjalanan masih panjang untukku tetap bertahan. 3 tahun cukup untuk semua kebodohanku. Aku harus melepaskan predikat ini. Bebas dari cinta pertama yang hanya sebelah tangan.

Cinta Pertama


Bermodalkan kulit sawo matang, dan senyum yang mempesona ialah Fahrizal, seorang pria yang ku kagumi sejak kelas 8 smp, memiliki tinggi badan yang ideal bak seorang atlet basket, dan mempunyai kecerdasan yang membuat ia semakin menjadi pria yang di idolakan setiap wanita, ingin sekali rasanya aku berkenalan dengannya, walaupun hanya dikatakan sebagai teman, akan tetapi segelintir hasrat ini ingin melampaui dari itu, aku berserah diri kepada tuhan, biarlah ia yang menentukan takdir hidupku.
Letak ruangan kelasku memang berhadapan dengan lapangan sekolah, jadi tak heran jika dari jendela saja kami dapat melihat aktivitas-aktivitas siswa yang berada di lapangan, kamis merupakan hari yang paling kutunggu, mengapa? Ya karena pada hari ini pria idaman ku memiliki jadwal berolahraga, tak sabar rasanya ingin melihat keahliannya dalam memainkan bola basket, yang terkenal lincah itu, sejenak aku memperhatikan guru yang sedang mengajar di depan kelas, akan tetapi aku lebih sering melihat ke arah jendela yang berarti aku sedang memperhatikan pria itu, sampai-sampai temanku menanyakan siapa yang aku perhatikan di balik jendela itu. “siapa yang sedang kamu lihat Reta?” tanya Dita, “enggaaak ppappa kok Dit”. Jawab ku dengan perasaan gugup, “oh aku tahu, pasti kamu lagi liatin dia yaa?”, “sssiapa bilang aaaku llagi liatin pohon” aku pun semakin tidak dapat mengelak. “ngaku aja deh nggak papa kok” rayu Dita, “hmm iya Dit aku lagi ngeliatin dia, aku pengen banget kenal sama dia”, “oh Fahrizal, kamu mau kenalan? Sini nanti aku bantu” sahut Dita, “nggak usah Dit, aku malu”. “alah nggak papa lagi, kita kan Cuma mau kenalan”, “iya deh terserah kamu, tapi janji ya cuma kenalan aja”, “siap mbak” kata Dita.
Tak lama bel istirahat pun berbunyi, tanda pelajaran ke 3 dan ke 4 usai, seperti biasa aku bersama Dita pergi ke kantin untuk mengisi perut yang keroncongan, tak sengaja aku menabrak sisi sebelah kanan tangannya yang sedang memegang air minum, dan air minum itu mengenai wajahku, dengan segera ia membersihkan wajahku yang basah dengan sebuah sapu tangan yang ia ambil dari saku pakaian, dan membersihkan secara perlahan, “maaf, ini semua salah ku” aku pun meminta maaf, “nggak papa kok, ini juga salahku yang jalannya nggak liat ke depan, oh iya kalau boleh tahu, nama kamu siapa?” ia pun mengajakk berkenalan, sampai akhirnya bel pun berbunyi menandakan waktu istirahat telah usai.
Waktu pun menunjukkan pukul 12.30 Wib, yang artinya waktu pulang sekolah pun tiba, Dita yang awalnya berjalan denganku kini telah di jemput oleh sang kekasih, akhirnya tinggal lah aku sendiri menapaki jalan yang panjang dengan ditemani teriknya cuaca di siang hari, dari belakang tubuhku ini terdengar suara knalpot motor yang secara perlahan membuntuti ku, lantas aku memutar arah tubuh ku “loh, kok kamu ada disini?”, ia pun menjawab “aku nggak tega sama kamu, jalan kaki, di hari yang terik seperti ini, sini aku antar”. Ia pun segera menarik tanganku sebagai rasa sangat perduli dengan kondisiku, dan akhirnya aku diantar pulang hingga sampai ke rumah.
Seminggu berlalu hubungan kami pun semakin dekat, melalui via sms dan facebook kami lebih mengenal satu sama lain. Hingga tiba waktunya ia menyatakan perasaanya kepadaku melalui setangkai mawar yang ia berikan ketika pulang sekolah, “Reta, mau kah kamu menjadi pacar sekaligus penyemangatku?”, aku pun tak dapat berkata dan hanya dapat menganggukkan kepala, dan dari situlah dimulai cerita cinta pertamaku.

Pindah Rumah


Namaku fahrizal dan aku mempuyai sahabat yang sangat dekat denganku, sahabat itu sudah ku anggap sebagai saudara sendiri. Nama sahabatku adalah risky, aku dan risky selalu bersama-sama, hampir setiap waktu ku habiskan berdua dengannya.
Ke esokan harinya, aku bangun dari tempat tidurku untuk memulai hari dengan sahabatku, kami berdua akan berangkat ke sekolah dengan menaiki sebuah mobil angkot yang sangat kecil dan sempit bersama-sama. Setelah sampai di sekolah tiba-tiba si rahmat datang, dengan suara kerasnya dia mengagetkan kami berdua. Dorr…!! rahmat itu adalah salah satu musuh kami di sekolah, ia selalu menjaili aku, kadang aku sampai kesal dijaili oleh dia, tapi untungnya ada sahabatku yang selalu melindungi aku dan dia juga selalu membela aku untuk melawan di rahmat yang bandel itu.
Tringg… Tring…!!! Bel sekolah pun telah berbunyi, aku dan sahabatku risky bergegas untuk pulang ke rumah, setelah sampai di rumah aku pun langsung bergegas langsung berganti pakaian untuk bermain dengan sahabatku risky. Kami berdua selalu bermain petak umpet, dengan canda tawanya kami berdua bermain hingga tak terasa hari pun sudah sore, dan aku pun pulang ke rumah.
Sesampai di rumah ibu ku datang, dan ibu ku bercerita, “rizal…!!” “iya bu” sahut rizal dengan suara pelan, “kita akan pindah rumah”, “kok pindah bu ada apa” sahut rizal dengan muka yang kaget, “kita akan pindah ke kampung untuk menemani nenekmu disana, dan kita akan tinggal selamanya disana dan kamu pun akan pindah sekolah”, “apa bu..!!” sahut suara rizal dengan keras dan ekspresi sedih. “rizal gak mau pindah bu”, “iya ibu tau pasti kamu gak mau ninggalin sahabatmu kan”, “iya bu..!!” jawab rizal dengan wajah sedih, “memang berat meningalkan orang yang kita sayang” sahut ibu.
Hari esok pun telah tiba, dan keluarga rizal pun berkemas barang-barang yang akan dibawanya. Dan rizal pun pergi ke rumah risky untuk mengucapkan selamat tinggal. Rizky pun bertanya, “mau kemana zal kok selamat tinggal”, sahut rizal dengan air mata yang mengalir di pipinya, “aku ingin pindah ke kampung”. Sahut risky dengan wajah yang kaget! “maksudmu pindah ke kampung dan tinggal selamanya disana”, “iyah”, “hati-hati yah zal semoga kamu betah tinggal disana dan jangan pernah lupakan aku yah”, “kita masih bisa saling berhubungan kan..” sahut rizal “iya itu pasti”, “pasti aku akan selalu merindukanmu”, “aku juga” sahut risky. Dan akhirnya pun rizal berangakat menuju kampung halamannya.
Sesampai disana rizal langsung bertemu dengan neneknya untuk melepas rindu yang sangat sekian lama tak berjumpa dengan neneknya. Dan pagi pun tiba, rizal pun segera berangkat bersama ibunya untuk pergi ke sekolah yang baru, sampai di sekolah rizal masih kelihatan malu-malu sekali dengan suasana yang berbeda dari biasanya yang ia alamai setiap pagi. Dan rizal pun pulang ke rumah, sesampai di rumah rizal langsung pergi ke kamar dan mengambil foto rizky, ia pun bercerita ke pada foto yang dipegang oleh rizal sambil berlinang air mata.

Selasa, 25 November 2014

ORGANISASI DAN MANAJEMEN KOPERASI



ORGANISASI DAN MANAJEMEN KOPERASI

1. Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi         
            Banyak orang mengatakan bahwa mengelola koperasi adalah lebih sulit daripada mengelola sebuah Perusahaan Terbtas. Pernyataan tersebut tentunya diucapkan bukan-nyabtanpa alasan, karena sebagaimana kita ketahui koperasi itu mempunyai ciri ganda yaitu merupakan suatu organisasi ekonomi yang berwatak sosial sebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang No. 12/67 tentang pokok-pokok perkoperasian dan Undang-undang No. 25/1992 tentang perkoperasian, di mana dalam undang-undang yang pertama unsur sosial dinyatakan secara eksplisit, sedangkan dalam undang-undang yang kedua tidak disebutkan secara eksplisit. Disamping itu dengan adanya kekuatan yang tidak terbatas yang berkumpul dalam rapat anggota, menjadikan manajemen dari koperasi lebih rumit lagi. Ciri ganda ini tidak ditemukan dalam Perseroan Terbatas.
            Adanya ciri ganda dari koperasi dapat kita simak pula dari definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya yang berjudul “The Cooperative Movement and some of its Problems” yang mengatakan bahwa: “Cooperation is an economic system with social content”. Bagi suatu koperasi ini berarti bahwa dia harus bekerja menurut prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas-azas koperasi yang mengandung unsur-unsur sosial di dalamnya. Dengan demikian dapatlah dipahami bagaimana beratnya tugas dan tanggungjawab dari manajemen terhadap keberhasilan pengelolaan koperasi dan usahanya karena manajemen harus bekerja dengan mendasarkan pada prinsip ekonomi dan prinsip koperasi yang mengandung unsur-unsur sosial di dalamnya.
            Sebagai suatu sistem ekonomi, maka koperasi harus beroperasi berdasarkan pada kaidah-kaidah ekonomi dan motif ekonomi sedangkan unsur-unsur sosial yang terkandung dalam prinsip koperasi itu bukanlah sesuatu yang bersifat kedermawanan (philantropis), tetapi lebih menekankan kepada hubungan antar anggota, hubungan anggota dengan pengurus, tentang hak suara, cara pembagian dari sisa hasil usaha dan sebagian nya seperti yang dapat kita lihat dalam:
·         Kesamaan derajat yang di wujudkan dalam “one man one vote” dan “no voting by proxy”.
·         Kesukarelaan dalam keanggotaan.
·         Menolong diri sendiri (self help).
·         Persaudaraan/kekeluargaan (fraternity and unity).
·         Demokrasi yang terlihat dan diwujudkan dalam cara pengelolaaan dan pengawasan yang dilakukan oleh anggota.
·         Pembagian sisa hasil usaha proposional dengan jasa-jasanya.
Pada dasarnya unsur-unsur sosial tersebut di atas sudah tercakup dalam azas-azas koperasi.
            Lalu bagaimanakah dalam operasionalnya pengurus atau manajemen harus mengelola koperasi secara efisien dan efektif dengan mendasarkan pada 2 unsur tersebut? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu kiranya kita membahas terlebih dahulu beberapa pengertian tentang manajemen dan apakah yang dimaksud dengan dengan manajemen koperasi.
            Pengertian manajemen itu dapat menunjuk kepada orang/sekelompok orang atau bisa kepada proses. Dalam hal yang disebut pertama, manajemen koperasi itu terdiri dari: Rapat Anggota, Pengurus dan Manajer. Ada hubungan timbal balik antara ketiga unsur tersebut, dalam arti bahwa tidak satu unsur pun akan bisa bekerja secara efektif tanpa dibantu atau didukung oleh unsur-unsur lainnya.
            Manajemen merupakan istilah yang berasal dari bahasa dan “alam pikiran” bahasa inggris dan Amerika, dan istilah ini bagi kita sulit untuk dipahami, oleh sebab itu perbedaan dasar kebudayaan yang terlampau jauh, lebih-lebih Amerika Serikat di mana tidak pernah ada kerajaa-kerajaan dan tidak ada kebudayaan yang berdasarkan pada agama.
            Berpikiran secara admintrasi maupun secara manajemen itu erat sekali hubungan nya dengan kebudayaan serta tata cara kehidupan masyarakat sehari-hari, sehingga kita tidak akan mungkin mengembangkan pola-pola berfikir dan praktik-praktik administrasi maupun manajemen yang terlalu banyak meminta perubahan mental yang terlampau berat atau besar.
            Dengan mengingat mentalitas bangsa selama duapuluh tahun belakangini, maka yang cocok bagi bangsa kita adalah untuk berfikir secara administrasi terlebih dahulu yakni berfikir secara organisasi tata usaha manajemen terlebih dulu secara berangkaian, kemudian ditingkatkan kemampuan manajemennya di dalam rangka adminstrasi tersebut.
            Dengan cara lain, kita kembali berfikir dan cara bekerja bangsa Eropa Kontinental dulu, baru kita tingkatkan manajemennya dengan memanfaatkan hasil studi sarjana Amerika dan lain-lainnya.
            Jika manajemen diajarkan dan dilatih secara terlepas dari administrasi, maka organisasi dan tata usahanya akan kececran, dan orang akan mudah mengira, bahwa tata usaha itu kurang penting. Berfikir secara manajemen adalah berfikir secara mengendalikan, mengarahkan dan memanfaatkan segala apa (faktor-faktor, sumber-sumber daya) yang menurut perencanaan (planning) diperlukan untuk menyelesaikan atau mencapai suatu prapta (objective) atau tujuan (goal) yang tertentu.
            Dengan demikian, maka manajemen itu mempunyai pengertian yang luas sekali. Dengan pengertian manajemen seperti tersebut di atas, maka administrasi juga merupakan manajemen, yakni “manajemen dari suatu oraganisasi secara keseluruhan” (the overall management of an organization).
            Walaupun tampaknya ada perbedaan dalam memberikan batasan mengenai manajemen, namun pada umumnya pengertian manajemen dimaksudkan sama oleh para ahlinya. Sebelumnya sampai kepada pertanyaan siapa yang dapat digolongkan ke dalam tenaga kerja manajemen itu, maka ada baiknya terlebih dahulu dikemukakan apa yang dimaksudkan dengan manajemen, dengan mengambil satu pendapatan yang sifat pengertiannya lebih mencakup dan memenuhi keperluan uraian ini.
            Praktik manajemen (planning, organizing, actuating, controling) secara langsung maupun tidak langsung selalu bersangkutan dengan unsur manusia, planning dalam manajemen adalah ciptaan manusia, organizing selain mengatur unsur manusia, actuating adalah proses menggerakkan manusia-manusia anggota organisasi, sedangkan controlling diadakan agar pelaksanaan manajemen (manusia-manusia) selalu dapat mengingatkan hasil kerjanya.  
2.  Organisasi koperasi
            Organisasi koperasi terdapaat hampir di semua negara industri dan negara berkembang. Pada mulanya organisasi tersebut tumbuh di negara-negara industri di Eropa Barat, namun kemudian setelah adanya kolonialisme di beberapa negara di Asia, Afrika dan Amerika Selatan, koperasi juga tumbuh di negara-negara jajahan. Setelah negara-negara jajahan mengalami kemerdekaan, banyak negara yang memanfaatkan koperasi sebagai salah satu alat untuk mengingatkan kesejahteraan. Bahkan koperasi dijadikaan sebagai salah satu alat pemerintah dalam melaksanakan kebijakan pembangunan.
            Koperasi modern didirikan pada akhir abad ke-18 terutama sebagai jawaban atas masalah-masalah sosial yang timbul selama tahap awal revolusi industri. Perubahan-perubahan yang berlangsung saat itu terutama disebabkan oleh perkembangan ekonomi pasar dan penciptaan berbagai persyaratan pokok dalam ruang lingkup dimana berlangsung proses industrialisasi serta modernisasi perdagangan dan pertanian yang cepat. Industri yang mula nya bercocok padat karya berubah menjadi padat modal dan produksi yang mula-mula dilaksanakan berdasarkan pesanan berubah menjadi produksi untuk kebutuhan pasar, bukan hanya pasar dalam negri dan pasar di negara-negara eropa tetapi juga pasar di daerah jajahan. Perubahaan ini membawa dampak terhadap berbagai kalangan masyarakat, ada yang diuntungkan tetapi ada juga yang dirugikan. Mereka paling menderita salama tahap-tahap awal perubahan struktur ekonomi praindustri yang demikian cepat , terdapat pada bagian lapisan masyarakat, terutama di inggris di mana golongan kaum buruh yang semakin besar di kota-kota harus menghadapi masalah pengangguran, tingkat upah renah, hubungan perburuhan dan syarat-syarat kerja yang jelek, dan tanpa jaminan sosial. Selain itu tukang-tukang dan para pengrajin kecil harus menderita karena kalah dalam bersaing dengan perusahaan yang berskala besar dan tumbuh dengan cepat, dan para petani kecil yang penghasilannya hanya cukup untuk untuk memenuhi kebutuhan nya harus menghadapi masalah-masalah pelik selama proses pengintegrasian nya ke dalam ekonomi pasar yang sedang berkembang.
            Pelopor-pelopor organisasi koperasi dari Rochdale misalnya, telah memberikan andil yang cukup besar dalam perkembangan koperasi. Aturan-aturan yang mulanya disusun hanya sekedar petunjuk tentang bagaimana seharusnya suatu pokok koperasi konsumen yang baik di organisasi dan dijalan kan oleh para anggotanya sendiri kemudianmenjadi Prinsip-Prinsip Koperasi Rochdale yang dijadikan dasar kegiatan oleh berbagai koperasi di dunia. Prinsip-prinsip tersebut adalah:
a.       Keanggotaan yang bersifat terbuka (open memberships and voluntary)
b.      Pengawasan secara demokratis (democratic control)
c.       Bunga yang terbatas atas modal (limited interest of capital)
d.      Pembagian SHU yang sesuai dengan jasa anggota (proportional distribution of surplus)
e.       Penjualan dilakukan sesuai dengan harga pasar yang berlaku dan secara tunai (trading in cash)
f.       Tidak ada diskriminasi berdasarkan ras, suku, agama, dan politik (politicial, racial, religious, netrality)
g.      Barang-barang yang dijual harus merupakan barang-barang yang asli, tidak rusak atau palsu (adulted goods forbiden to sell)
h.      Pendidikan terhadap anggota secara berkeseinambungan (promotion of education)
Prinsip-prinsip tersebut ternyata menjadi petunjuk yang berguna bagi pembentukan koperasi konsumen yang hidup dalam keadaan serupa. Namun dalam perkembangan berikutnya, prinsip-prinsip koperasi yang dipelopori oleh koperasi Rochdale berkembang sesuai dengan situasi dengan dan kondisi dimana koperasi tersebut berkembang. Dewasa ini bahkan norma atau nilai-nilai suatu bangsa dijadikan sebagai salah satu prinsip koperasi yang harus dilaksanakan.

Daftar Pustaka:
Amirin, M. Tatang, Drs., Pokok-pokok Teori Sistem, Rajawali Pers, Jakarta, 1992.
Chaniago, Arifinal, Perkoperasian Indosnesia. Bandung: Aksara, 1987
Achmad Nashir Budiman.Menguak Peranan Koperasi Mahasiswa.Suara Pembaharuan Jakarta, 7 April 1988

Minggu, 23 November 2014

Analisis SWOT Koperasi Indonesia


Apa Itu Analisis SWOT ?
ANALISIS SWOT adalah suatu bentuk analisis situasi dengan mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis terhadap kekuatan-kekuatan (Strengths) dan kelemahan-kelemahan (Weaknesses) suatu organisasi dan kesempatan-kesempatan (Opportunities) serta ancaman-ancaman (Threats) dari lingkungan sekitar untuk merumuskan strategi yang tepat bagi organisasi. Hal ini melibatkan penentuan tujuan organisasi dan mengidentifikasi faktor-faktor internal serta eksternal yang baik dan menguntungkan untuk mencapai tujuan itu. Metode SWOT ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang pada waktu itu (dasawarsa 1960-an dan 1970-an) sedang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford dengan menggunakan data dari berbagai perusahaan. Analisis SWOT dibuat berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan peluang namun secara bersamaan dapat meminimalkan kekurangan dan ancaman. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal dan faktor internal organisasi:
Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
1.      Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
2.      Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
3.      Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan.
4.      Threat (T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan.
Selain empat komponen dasar ini, analisa SWOT, dalam proses penganalisaannya akan berkembang menjadi beberapa Subkomponen yang jumlahnya tergantung pada kondisi organisasi. Sebenarnya masing-masing subkomponen adalah pengejawantahan dari masing-masing komponen, seperti Komponen Strength mungkin memiliki 12 subkomponen, Komponen Weakness mungkin memiliki 8 subkomponen dan seterusnya.
Jenis-Jenis Analisis SWOT:
1. Model Kuantitatif
Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W, serta O dan T. Kondisi berpasangan ini terjadi karena diasumsikan bahwa dalam setiap kekuatan selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap kesempatan yang terbuka selalu ada ancaman yang harus diwaspadai. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S), harus selalu memiliki satu pasangan Weakness (W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O) harus memiliki satu pasangan satu Threath (T). Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing -masing subkomponen, dimana satu subkomponen dibandingkan dengan subkomponen yang lain dalam komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal. Subkomponen yang lebih menentukan dalam jalannya organisasi, diberikan skor yang lebih besar. Standar penilaian dibuat berdasarkan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian.
2. Model Kualitatif
Urut-urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif, tidak berbeda jauh dengan urut-urutan model kuantitatif, perbedaan besar diantara keduanya adalah pada saat pembuatan subkomponen dari masing-masing komponen. Apabila pada model kuantitatif setiap subkomponen S memiliki pasangan subkomponen W, dan satu subkomponen O memiliki pasangan satu subkomponen T, maka dalam model kualitatif hal ini tidak terjadi. Selain itu, SubKomponen pada masing-masing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram Cartesian, karena mungkin saja misalnya, SubKomponen S ada sebanyak 10 buah, sementara subkomponen W hanya 6 buah. Sebagai alat analisa, analisa SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan peta. Ketika telah berhasil membuat peta, langkah tidak boleh berhenti karena peta tidak menunjukkan kemana harus pergi, tetapi peta dapat menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan tertentu. Peta baru akan berguna jika tujuan telah ditetapkan. Bagaimana menetapkan tujuan adalah bahasan selanjutnya yaitu membangun visi-misi organisasi atau program.
Pengembangan koperasi dalam analisis SWOT  meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan berbagai indikator.
1. Kekuatan :
a)      Telah memiliki badan hukum.
b)      Struktur organisasi yang sesuai dengan eksistensi koperasi.
c)      Keanggotaan yang terbuka dan sukarela.
d)      Risiko kekurangan pelanggan cukup kecil.
e)      Biaya rendah.
f)       Kepengurusan yang demokratis.
g)      Banyaknya unit usaha yang dikelola.
2. Kelemahan :
a)      Lemahnya struktur permodalan koperasi.
b)      Lemahnya dalam pengelolaan/manajemen usaha.
c)      Kurang pengalaman usaha.
d)      Tingkat kemampuan dan profesionalisme SDM koperasi belum memadai.
e)      Kurangnya pengetahuan bisnis para pengelola koperasi.
f)       Pengelola yang kurang inovatif.
g)      Kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang usaha yang dilakukan.
h)      Kurang dalam penguasaan teknologi.
i)        Sulit menentukan bisnis inti.
j)        Kurangnya kesadaran anggota akan hak dan kewajibannya (partisipasi anggota rendah).
3. Peluang :
a)      Adanya aspek pemerataan yang diprioritaskan oleh pemerintah.
b)      Undang-Undang nomor 25 tahun 1992, memungkinkan konsolidasi koperasi primer ke dalam koperasi sekunder.
c)      Kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk lebih membangun koperasi.
d)      Kondisi ekonomi cukup mendukung eksistensi koperasi.
e)      Perekonomian dunia yang makin terbuka mengakibatkan makin terbukanya pasar internasional bagi hasil koperasi Indonesia.
f)       Industrialisasi membuka peluang usaha di bidang agrobisnis, agroindustri dan industri pedesaan lainnya.
g)      Adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi.
h)      Adanya investor yang ingin bekerjasama dengan koperasi.
i)        Potensi daerah yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan koperasi.
j)        Dukungan kebijakan dari pemerintah.   
k)      Undang-Undang nomor 12 tahun 1992, tentang sistem budidaya tanaman mendorong diversifikasi usaha koperasi.
l)        Daya beli masyarakat tinggi.
4. Ancaman :
Ancaman (Threats)
Ancaman (Threats) yaitu hal-hal yang dapat mendatangkan kerugian bagi kopersi seperti Peraturan Pemerintah yang tidak memberikan kemudahan berusaha, rusaknya lingkungan,  meningkatnya pelacuran atau gejolak sosial sebagai akibat mahalnya dan persaingan tour operator asing yang lebih professional, yaitu dengan melihat kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), kesempatan (Opportunities) dan ancaman (Threats) koperasi di Indonesia.
Sedangkan faktor-faktor eksternal terutama adalah intervensi pemerintah yang terlalu besar yang sering didorong oleh donor, kesulitan lingkungan-lingkungan ekonomi dan politik, dan harapan-harapan yang tidak realistic dari peran dari koperasi. Menurut mereka, problem yang paling signifikan adalah cara bagaimana koperasi itu dipromosikan oleh pemerintah. Promosi yang sifatnya dari atas ke bawah telah menghalangi anggota untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan koperasi. Bentuk-bentuk organisasi dan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan diatur oleh pihak luar. Jadi koperasi telah gagal untuk berkembang menjadi unit-unit yang mandiri dan sepenuhnya berdasarkan anggota. Masih dalam kaitan ini, Linstad (1990) mengatakan bahwa di banyak negara berkembang sering kali pemerintah melihat dan menggunakan koperasi sebagai suatu alat untuk menjalankan agenda-agenda pembangunannya sendiri. Koperasi sering diharapkan bahkan di paksa berfungsi sebagai kesejahteraan sosial dan sekaligus sebagai organisasi ekonomi, yang dengan sendirinya memberi beban sangat berat kepada struktur manajemen koperasi yang pada umumnya lemah.
Menurut Braverman, dkk. (1991), sedikit sekali perhatian diberikan kepada kondisi-kondisi ekonomi dimana koperasi-koperasi diharapkan melakukan berbagai aktivitas. Promosi koperasi yang tidak diskriminatif, yakni tanpa memberi perhatian pada hal-hal seperti dinamik-dinamik internal, insentif, struktur kontrol, dan pendidikan dari anggota, sering kali telah membuat koperasi-koperasi menjadi organisasi-organisasi birokrasi yang sangat tergantung pada dukungan pemerintah dan politik. Oleh karena itu, Gentil (1990) menegaskan bahwa agar koperasi maju maka hubungan antara pemerintah dan koperasi yang didefinisikan ulang.
Hambatan-hambatan  Koperasi di indonesia      
Salah satu kendala utama yang dihadapi koperasi adalah banyak partai politik yang memanfaatkan koperasi untuk meluaskan pengaruhnya. Dan juga karena hambatan-hambatan yang di alami Indonesia di antaranya kesadaran masyarakat terhadap koperasi yang masih sangat rendah. Koperasi di Indonesia masih sangat lemah. Tidak ada perkembangan yang cukup tinggi. Boleh dikatakan koperasi di Indonesia berjalan di tempat.
Beberapa faktor yang menyebabkan koperasi tidak bisa berjalan adalah dari segi permodalan. Faktor lain yang perlu kita perhatikan dalam mendukung perkembangan koperasi adalah manajemen koperasi itu sendiri. Banyak hambatan yang dihadapi koperasi dari segi manajemennya sendiri.
Permasalahan yang di hadapi Koperasi:
1.      Selain itu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang semakin berkembang di sejumlah kota Indonesia maupun koperasi simpan pinjam, yang operasinya lebih pada kredit mikro .
2.      Kurangnya kesadaran masyarakat akan kebutuhannya untuk memperbaiki diri, meningkatkan kesejah teraanya, atau mengembangkan diri secara mandiri.Padahal Kesadaran ini akan menjadi motivasi utama bagi pendirian koperasi ‘dari bawah’
3.      Kurangnya kejelasan akan kesadaran dan kejelasan dalam keangggotaan Koperasi
4.      Kurangnya pengembangan kerjasama antar usaha koperasi
5.      Para angota Koperasi yang kurang dalam penguasaaan ilmu pengetahuan dan teknologi,dan kemampuan menejerial.
Solusinya adalah:
1.      Faktor kuncinya adalah kesadaran kolektif dan kemandirian. Dengan demikian masyarakat tersebut harus pula memahami kemampuan yang ada pada diri mereka sendiri sebagai ‘Modal’ awal untuk mengembangkan diri. Faktor eksternal dapat diperlakukan sebagai penunjang atau komplemen bagi kemampuan sendiri tersebut.
2.      Hal ini secara khusus mengacu pada pemahaman anggota dan masyarakat akan perbedaan hak dan kewajiban serta manfaat yang dapat diperoleh dengan menjadi anggota atau tidak menjadi anggota. Jika terdapat kejelasan atas keanggotaan koperasi dan manfaat yang akan diterima anggta yang tidak dapat diterima oleh non-anggota maka akan terdapat insentif untuk menjadi anggota koperasi. Pada gilirannya hal ini kemudian akan menumbuhkan kesadaran kolektif dan loyalitas anggota kepada organisasinya yang kemudian akan menjadi basis kekuatan koperasi itu sendiri.
3.      Penyediaan insentif dan fasilitasi dalam rangka pengembangan jaringan kerjasama usaha antarkoperasi;
4.      Pemberian dukungan dan kemudahan untuk pengembangan infrastruktur pendukung pengembangan

5. Kesempatan:
Kesempatan (Opportunities) yaitu semua kesempatan yang ada sebagai kebijakan pemerintah, peraturan yang berlaku atau kondisi perekonomian nasional atau global yang dianggap memberi peluang bagi koperasi untuk tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang. Loyd (2001) menegaskan bahwa koperasi-koperasi perlu memahami apa yang bisa membuat mereka menjadi unggul di pasar yang mengalami perubahan yang semakin cepat akibat banyak faktor multi termasuk kemajuan teknologi, peningkatan pendapatan masyarakat yang membuat perubahan selera pembeli, penemuan-penemuan material baru yang bisa menghasilkan output lebih murah, ringan, baik kualitasnya, tahan lama, dan makin banyaknya pesaing-pesaing baru dalam skala yang lebih besar. Dalam menghadapi perubahan-perubahan tersebut faktor-faktor kunci yang menentukan keberhasilan koperasi adalah:
1.              Posisi pasar yang kuat (antara lain dengan mengeksploitasikan kesempatan-kesempatan vertikal dan mendorong integrasi konsumen).
2.              Pengetahuan yang unik mengenai produk atau proses produksi.
3.              Sangat memahami rantai produksi dari produk bersangkutan.
4.              Menerapkan suatu strategi yang cemerlang yang bisa merespons secara tepat dan cepat setiap perubahan pasar.
5.              Terlibat aktif dalam produk-produk yang mempunyai tren-tren yang meningkat atau prospek-prospek masa depan yang bagus (jadi mengembangkan kesempatan yang sangat tepat).


Referensi :