Rabu, 07 Januari 2015

Kejujuran

     Kejujuran itu lebih baik dari seribu bintang di langit, bahkan lebih mulia dari 1000 kg Emas mulia. Tetapi di Zaman se-Metropolitan seperti ini Sebuah Kejujuran adalah barang langka atau sifat langka yang harga dan kaesannya sangat sulit tuk di dapatkan, padahal kebohongan itu tidak lebih berguna dari seluruh dosa-dosa yang di perbuat.
     Pernah saya mendengar sebuah Hadits yang berbunyi "QULLILHAQQA WALLA'W KANNA MURRONN" yang berarti "KATAKANLAH KEBENARAN ITU (KEJUJURAN) MESKIPUN TERASA PAHIT" mendengar kata seperti itu saya merasa sangat bangga yang tak terhingga karena di Mode Langkanya Kejujuran, masih terdengar kata-kata semulia seperti itu, meskipun kenyataannya muadah di dengar, mudah di terima, muadah di dapat, mudah di lupa dan tidak lebih mudah tuk di laksanakan.
     Di Era secuil Kejujuran ini hampir 98 % Orang menjadikan kebohongan adalah Guru Besar Hidup mereka dan sisanya menjadikan Kejujuran itu adalah Guru Besar Hidup mereka berbagi dengan Karagu-raguan yang Menjadi dalam diri Pribadi masing-masing. Sebanyak itukah Kelalaian - kelalaian itu terjadi ? sehingga tak mampu terkendali ? tak mampu memilah dan memilih ?
     Sampai sekarang, Kelalaian-kelalaian seperti itu banyak di temukan, di Politik, Hukum, Azasi, Masyarakat, Keluarga bahkan dalam diri Pribadipun masih tersimpan beberapa Persen Kebohongan yang menjadi lawan dari Kejujuran. Bagimana mungkin dalam Politik bisa MENSEJAHTERAKAN, jika dalam anggotanyapun masih menyembunyikan Kejujuran sampai sekarang ? Bagimana mungkin dalam Azasi bisa MENGADILKAN, jika dalam diri masih menyimpan setitik ke egoan. Bagaimana mungkin dalam Hukum bisa MENGATASI MASALAH, jika dalam anggota kehakimanpun masih memihak terhadap lawan kejujuran. Dan semuanya, tergantung pada Pribadi kita masing-masing seberapa jauhkah kita berprilaku JUJUR dalam semuanya.

Penyesalan

“Di setiap beribu bintang itu hanya ada satu yang akan kupilih untuk menjadi pendamping ku kelak nanti, kamu tau gak yang mana akan kupilih” Tanya deny kepada rany, tanpa memikir panjang reny pun langsung menjawab “enggak” “aku akan pilih yang itu tuh yang paling terang yaitu diri kamu sayang” ujar deny dengan kata-kata yang serius, mendengar kata-kata yang diucapkan oleh deny membuat suasana menjadi lebih ramai, walaupun yang berada di bawah pohon kelapa itu Cuma mereka berdua saja. Sikap deny memang selalu begitu suka merayu cewek, hal itu pun membuat rany semakin cinta saja sama deny. “udah malam banget nih, kita pulang yuk” ajak deny.

Rany dan deny pun pergi menuju ke rumah masing-masing. dengan langkah menuju pintu rumah suara mama deny langsung berteriak “dari mana saja kamu” “anu ma.. tadi ke tempat teman mau nanyain pr mate-matika” jawab deny dengan nada yang gugup” “alasan saja kamu, pergi tidur sana” ujar mama deny pandai nya hanya menipu saja padahal dia baru saja berpacaran.

Di pagi hari deny bangun dengan tersentak ‘wahh… sudah jam segini aku harus lebih cepat pergi kesekolah’ setelah selesai memakai semua perlengkapan deny pun langsung pergi dari rumah, jarak sekolah deny ke rumahnya tidak terlalu jauh makannya itu dia bangun nya lama-lama.

“huu…! Akhirnya tidak terlambat” ujar deny dengan lega. Hari ini deny akan belajar biologi, matematika dan ips.

Setelah usai sekolah deny meninggalkan sekolahnya itu, hari ini deny jalan dengan perempuan, mereka berjalan dengan penuh romantis, tak sengaja pun reny melihat mereka berdua berjalan, dan tanpa sebab reny langsung menghampiri deny dan menampar deny dengan ekspresi yang penuh emosi, “awww…” ucap deny sambil memegang pipinya itu, rany pun meninggalkan deny dengan sedikit tetesan air mata, perempuan itu pun menyusul rany dengan langkah yang cepat
“hmm aku menyesal dengan perbuatan ku yang jelek ini, aku janji gak akan seperti ini lagi, aku akan menjadi cowok yang bisa menghargai perasaan cewek lain” ucap deny dengan senyumannya itu.

Antara Aku Dia dan Dirinya

4 Juni 2013
Aku tak tau harus bagaimana dan berbuat apa. Aku sangat mencintai dia dan dirinya. Aku sudah jadian sama dia, kurang lebih tiga bulan.. Selama tiga bulan, cinta itu berjalan mulus dan manis. Sebelum ada dia, hidupku sangat gelap, tapi semenjak ada dia, hidupku menjadi lebih berwarna. Dan aku tak mau hidupku menjadi gelap lagi. Tapi semua ini memang salahku. Aku egois.

Menginjak empat bulan, kisah cinta itu sudah mulai meredup, mulai asam.. bahkan pahit. Aku menjalin hubungan tanpa status di belakang dia, aku sering minta tolong sama dirinya, waktu itu aku di anter dirinya nyari tukang jahit, aku tak tau tempat tukang jahit itu, karena aku penduduk baru disitu. Selain itu, secara kebetulan dirinya bekerja di sebuah warung, tiap aku membeli makanan di warung yang dirinya tempati kerja itu, aku jarang bayar, yang aku bayar hanyalah lauknya saja, nasinya jarang diikutkan ngehitung bayar. Dan ternyata nasi yang dirinya kasih ke aku itu adalah jatah makanan dirinya. Di saat aku sakit, dirinyalah yang membeliin obat.

Dan ternyata di balik kebaikannya itu, dirinya memiliki harapan. Dirinya berharap bisa menjalin hubungan sama aku. Tak lama kemudian dirinya ngungkapin perasaannya padaku, aku tak enak jika aku menolaknya, karena aku sudah terlalu banyak merepotkannya. Akhirnya aku mau menjadi ceweknya dan kita jadian. Sebenarnya aku menerima cintanya itu hanyalah iseng-iseng doang, gag taunya malah jadi suka beneran.

Aku telah menghianati cintanya, aku selingkuh di belakang dia dan aku jadian sama dirinya. Aku berusaha menyimpan rahasia itu, tapi tak lama kemudian.. dia tahu semuanya. Karena setiap dia menelfon aku, aku selalu menyebut nama dirinya. Ternyata benar juga kata si pepatah, “Sepandai-pandai menyimpan bangkai, pasti akan tercium jua”.

Semenjak itu, hubunganku sama dia mulai berantakan. Aku dan dia sering bertengkar tanpa alasan yang jelas. Aku sangat sayang sama dia dan diriya. Aku takut kehilangan kedua-duanya. Dan akhirnya aku di paksa oleh mereka untuk memilih salah satu di antara mereka. Aku bingung, dan aku harus bisa memutuskan. Aku nggak boleh salah pilih, entah benar atau salah, aku tak tau, dan aku memilih dirinya.

Aku bener-bener brengsek. Dia yang menjadi cowokku duluan, malah aku tinggalin begitu aja. Aku malah memilih dirinya yang baru aja aku kenal. Entah apa penyebabnya, mungkin karena aku hampir ketemu tiap hari.. sedangkan kalau aku sama dia jarang ketemu, karena dia harus bekerja di luar jawa.

Memang sih, kalau aku sama dia, aku selalu di manja, apa yang aku inginkan dia turutin asal dia mampu. Tapi tak kalah juga dengan dirinya.. dirinya juga selalu manjain aku, selalu memberikan apa yang aku inginkan.

Sampai sekarang dirinya memang masih baik dan sayang sama aku, tapi lama-lama ya nggak tau.. mudah-mudahan sih langgeng-langgeng aja. Aku sering dibeliin makanan, apa aja deh, yang dirinya bisa, dan tak kalah serunya dirinya sering ngasih kejutan aku. Dia sangat pengertian dan perhatian sama aku.

Tetapi sayangnya, sampai sekarang aku belum benar-benar bisa ngelupain dia. Aku masih sering telfon-telfonan dan sms-an sama dia di belakang dirinya. Dan setiap kali aku abis telfon atau sms-an sama dia, dirinya pasti tau, dirinya kecewa sama aku. Dan aku merasa bersalah sama dirinya, aku selalu ngecewain dirinya, aku tak ingin buat sakit hati dirinya terus, Meskipun aku sudah banyak buat sakit hati dirinya, tapi pintu maaf untukku selalu terbuka. Begitu juga dengan dia, yang selalu bisa maafin aku meskipun aku sudah nyelingkuhin dia dan bikin dia sakit hati terus. Tapi, aku tak bisa lama-lama menggantungkan mereka. Aku terpaksa mengorbankan salah satu di antara mereka, meskipun berat. Dengan harapan bisa ngedapetin cewek yang lebih baik dari aku dan bisa membuatnya bahagia. Namun, aku sudah memilih dirinya dan aku harus bisa melupakan dia. Walau hati ini sakit.

Aku mencoba dan terus mencoba untuk melupakan dia, sedikit demi sedikit aku sudah mulai bisa. Aku sudah mulai benar-benar mencintai dirinya. Aku sayang sama dirinya, aku berharap dirinya tak ngecewain aku dan nggak bikin sakit hati aku.

Aku suka tipe cowok kayak dirinya, dirinya hanya lulusan STM, dirinya sempat ditawari gurunya untuk bekerja di suatu daerah, tapi masuknya harus bayar dulu. Karena tak ada biaya, dirinya menolak. Dia harus bekerja demi ibu dan adiknya. Ayahnya sudah gak ngurusin keluarganya, karena dirinya anak pertama, jadi dirinyalah yang menjadi tulang punggung keluarganya. Dia berharap adiknya bisa menempuh pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Dirinya berharap adiknya bisa lebih pandai dari dirinya, mungkin itulah salah satu alasan kenapa aku memilih dirinya. Karena menurutku, kalau dirinya sudah sayang sama keluarga secara otomatis dirinya bisa sayang aku, bisa menerima aku apa adanya dan tentunya sayang keluargaku.

Susah seneng dirinya sudah ngerasain, kerja berat dia juga sudah ngerasain. Jadi, jika suatu saat nanti kita diberi rizki menjadi orang yang agak sedikit terhormat.. dia tidak sombong. Karena dia udah pernah ngerasain sulitnya hidup.



cerpenmu.com/cerpen-cinta/antara-aku-dia-dan-dirinya.html

Akhir Tentang Cinta

Langit yang tampak begitu mendung semendung hatiku ini menghiasi hari yang terasa sangat panas ini yang sepertinya akan ada hujan setelah ini, yang membuat ku merasa malas untuk melakukan kegiatan apapun itu termasuk makan. Hari ini masih saja seperti kemarin tidak ada perubahan sama sekali , aku masih saja sendiri tiada yang menemani.

Entah apa yang membuat ku tetap bertahan untuk tetap sendiri sampai saat sekarang ini. Tepat dua bulan lamanya hubungan ku dengan nya berakhir hanya karena masalah yang tak semestinya membuat hubungan kami berakhir begitu saja.

Setiap kali ku pejamkan dan ku buka mata ku, selalu saja terbayang-bayang oleh wajahnya yang begitu cantik yang seakan menghantui ku. Masih terasa dan sangat jelas terdengar suaranya saat ia memanggil namaku, masih jelas dalam ingatan ku dimana saat ia tersenyum manis untuk ku. canda tawanya yang mampu membuatku tersenyum. Namun apa daya itu hanyalah bayang-bayang semu dan hanyalah sebuah masa lalu.

Kemarin terakhir kali ku buka dinding akun facebooknya, disitulah terlihat jelas siapa foto yang ia jadikan foto sampul dan ternyata adalah foto cewe barunya. seketika dada ku terasa sakit, kecewa, marah, sedih. semua rasa bercampur jadi satu. Mulutku terasa terkunci tak mampu berkata-kata. Ku ingin menangis tapi air mata ini seperti tertahan di sudut mataku. Tubuhku seakan lemah tak berdaya, seperti remuk seketika. “Oh tuhan ini kah akhir dari penantian panjang dan kesabaran ku selama kurang lebih tiga tahun bertahan dan tetap mencintainya. Ya Allah kuatkanlah hatiku ini. 😭

Jatuh Cinta Pada Seorang Sahabat

Siska Bergegas menyetater motor kesayanganya untuk segera melaju ke rumah Akbar, sahabat dekatnya sedari duduk di bangku SD. Ia Berencana melakukan belajar Fisika bareng di rumah Akbar. Belajar bersama dengan Akbar merupakan kebiasaan Siska Sejak duduk di bangku SMP dan kebiasaan itu awet hingga mereka kelas XII. Memang Akbar termasuk anak yang cukup cerdas dalam bidang fisika di kelasnya.

Pada saat belajar bersama itu mereka juga ngobrol banyak hal tentang hal yang lagi ngetrend di kalangan anak muda, berita berita tentang ranah politik, sampai ngegosip tentang temen temen satu sekolahan, tak luput dari perbincangan mereka. Tapi sayangnya mereka berdua tak pernah membicarakan tentang yang namanya cinta. Bagi Siska dan Akbar Cinta bisa dicari sesudah kita mencapai kesuksesan, cinta menurut mereka berdua juga termasuk hal yang dapat mengganggu pendidikan mereka nantinya. Mereka berdua juga sedang bersiap siap menghadapi ujian nasional yang sudah di depan mata.

“Sis, kamu pernah ngerasain cinta?” tanya akbar di sela sela waktu belajar bareng mereka
“Emmm.. Belum tuh..” kata Siska santai.

Dalam hati Siska heran mengapa akbar bertanya seperti itu, padahal selama mereka bersahabat akbar tak pernah bertanya apapun yang berhubungan dengan cinta.

“Jadi, kamu belum pernah ngerasain gimana rasanya cinta pada pamdangan pertama dong?”
“Hahahaha kenapa sih kamu bar? jatuh cinta yah?”
“kamu gimana sih sis, Ditanya malah balik nanya, pake ketawa lagi”
“Udah deh sekarang bukan waktunya mikirin cinta, cinta dan cinta, belajar aja dulu buat ngadepin UN”
Akbar hanya menanggapi ucapan Siska dengan senyum simpulnya

Sejak Dari SMP Akbar udah ada rasa kepada Siska, yang sejak SD sudah jadi sohib sejatinya, tapi ia tak pernah mengutarakanya kepada siska, ia takut jika ia mengatakan yang sebenarnya itu bisa merusak persahabatanya yang dibangun sejak mereka masih ingusan. Akbar juga tau bahwa prioritas utama Siska adalah menjadi orang sukses di kemudian hari. Siska juga tak pernah kepikiran mau pacaran, menurutnya itu hanya dapat menghambat sekolahnya. Maka dari itu sampai sekarangpun akbar tak berani mengutarakan rasa cintanya kepada siska da hanya mencintai siska sebatas dalam diam.

“sis, kenapa akhir akhir ini kamu sering muncul di pikiranku, bahkan mimpiku?” kata akbar bicara sendiri

“Kenapa rasa ini terus saja bertambah, padahal aku berusaha tidak menghiraukan rasa ini, dan lebih mementingkan pelajaranku dibanding rasa cinta ini padamu? tapi, kenapa semakin aku berusaha menghilangkan rasa sayang ini, bayanganmu semakin kuat di benakku? apa kamu merasakan hal yang saat ini ku rasakan? aku takut rasa cinta ini nantinya membuat persahabatan kita hancur”

Malam itu ia tak bisa tidur, Akbar terus terbayang oleh wajah cantik Siska.

Ujian Yang ditunggu tunggu pun tiba, 3 minggu sebelum ujian berlangsung, mereka sering belajar bersama, tak jarang mereka juga saling memotivasi satu sama lain. Seiring seringnya ia Akbar bertemu, tak tau kenapa cinta itu juga semakin kuat, tak bisa ia hilangakan, tapi Akbar tetap menomor dua kan perasaanya itu. Ia juga yakin pasti ada waktu yang pas untuk mengutarakan perihal perasaannya terhadap siska. Toh kalau jodoh nggak akan kemana mana kan?

“Makasih akbar, atas ilmu yang kamu ajarkan sama aku, juga motivasi motivasimu” Kata Siska girang
“hahahaha iya iya sama sama, terimakasih juga udah ngajarin aku. syukur alhamdulillah ya sis, kita lulus ama nilai yang memuaskan” Kata akbar tak kalah Girang
“iya iya.. duuuh.. emang kamu sahabat terbaikku” kata siska, seraya mendaratkan pelukan manis di tubuh akbar
Sontak akbar terkaget kaget dengan apa yang Siska lakukan.

“Aku sayang kamu lebih dari sahabat sis, aku cinta padamu, apa kamu tak merasakan itu semua?” dalam hati akbar Berkata.

Tiba tiba Hp akbar berbunyi, ternyata Siska yang menelponya. Ia mengajak akbar ke perpustakaan kota untuk mencari sebuah buku, akbar pun meng iyakan ajakan siska.

Di tengah diskusi mereka tentang suatu hal yang dimuat dalam buku yang diambil siska, akbar tak henti hentinya memandang muka siska yang kelihatan manis itu.

“Siska, aku mau ngomong sama kamu” kata Akbar
“iya, ngomong aja, emang mau ngomong apaan?” sahut Siska Santai
“Aku sayang kamu dari SMP, tapi maaf aku baru bilang sekarang. Mau nggak kamu jadi pacar aku?” kata kata itu pun keluar dari mulut Akbar.
“Jangan bercanda ah..” Siska membalas
“Enggak aku nggak bercanda, ini serius. Gimana kamu mau?”

Suasana pun mendadak hening

“Sebenernya aku juga sayang sama kamu dari dulu, dan iya.. aku mau jadi pacar kamu”. Jawab Siska malu malu
“Tapi.. maaf sebelumnya aku nggak ngasih tau tentang hal ini. aku 5 hari lagi mau berangkat ke Australia. Aku keterima kuliah disana” Lanjut Siska

Wajah Akbar mendadak kaget

“Syukur dong kalo gitu, itu kan salah satu impian kamu. Kalau Urusan hubungan kita, jangan khawatir aku selalu jaga sayang ini, dan akan selalu nunggu kamu sampai kamu pulang nanti”
“Terimakasih ya pengertianya bar, aku juga akan jaga sayang aku ke kamu, walaupun dalam kejauhan”

Alasan Sederhana

Semua berawal ketika aku diajak untuk menghadiri salah satu acara ulang tahun teman sekalasku, Ika. Aku merasa terkejut ketika Ika mengundangku ke acara ulang tahunnya, bagaimana tidak? Aku dan pacarnya pernah memiliki masalah yang susah untuk dijelasakan. Pada awalnya aku menolak ajakan Ika karena aku tidak ingin bertemu dengan pacarnya. Dia terus memaksaku untuk mengahadiri acaranya, sampai pulang sekolah pun Ika tetap memaksaku. Ku dengar sayup-sayup suara memanggilku dari belakang. Aku pun menoleh untuk melihat siapa yang telah memanggilku.
“Edwin, Edwin woy tunggu dong” teriak Ika.
“iyaa? Kenapa sih kak, kok teriak-teriak gitu.” Sahutku sambil tetap berjalan
“gimana gak teriak, kamu sih main nyelonong pergi aja” ucapnya sambil mangatur nafas karena berlari mengejarku
“iya deh iya maaf, terus kenapa kamu manggil aku?” jawabku penasaran
“gini loh, kamu mau ya dateng di ulang tahunku? mau ya?” kata Ika sambil mendongakkan kepalanya berharap aku mengiyakan tawarannya
“engga deh kak makasih” jawabku ketus
“loh kok gitu sih, apa cuman gara-gara masalah dengan pacarku kamu gak mau dateng?” ucapnya menebak pikiranku.
Aku merasa bingung, benar kata Ika. Apa gara-gara aku memiliki masalah dengan pacarnya aku tidak menghadiri acara itu? tidak ada hubungannya dengan ika, toh itu pun sudah lama terjadi. Ika juga sangat baik, ucapku dalam hati.
“iya deh, aku pikir-pikir dulu” sahutku sambil berjalan
“bener loh! Harus dateng!” jawabnya sambil menepuk bahuku.

Aku pun berjalan ke tempat parkir dan pulang dengan motor beat putih yang selalu aku kendarai untuk sekolah. Dalam perjalanan aku memikirkan ajakan ika, bingung untuk menghadiri ulang tahunnya atau tidak. Sesampainya di rumah kubuka pintu kamar dan kurebahkan tubuhku. ‘bruk’ aku berbaring dengan sepatu yang masih melekat di kakiku.
“dek Edwin? pulang bukannya salam malah langsung nyelonong gitu aja, masih pake sepatu lagi” ucap ibuku dengan sedikit menggerutu. Aku heran ketika ibu memanggilku dengan awalan ‘dek’, secara aku sudah 17 tahun dan aku merasa telah dewasa. Tapi biarlah, toh aku juga nyaman dengan kata tersebut.
“iya deh mah, assalamualaikum.” Sahutku
“ini anak nakal banget. Sepatu copot, cuci kaki cuci tangan makan!” kata ibu sambil meninggalkanku. Saat itu juga aku menuruti kata ibu, takut jika beliau semakin marah.

Drrt, suara handphoneku bergetar. “PING!!!” ika? kenapa dia? Tanyaku dalam hati. Aku pun tidak menggubris BBM dari ika dan berdiri untuk mengambil makanan. “drrt drrt… suara handphoneku bergetar lagi, kali ini ika menelponku.
“iya kak, kenapa?” tanyaku saat mengangkat telepon dari ika
“entar jadi dateng kan?” jawabnya. Aku mulai berpikir tentang ajakan ika, okelah lagipula belum ada acara untuk hari ini. Kebetulan juga hari ini malam minggu, ngapain aku sendiri di rumah, pikirku.
“iya, aku jadi dateng. Jam berapa dimana?” tanyaku
“nah gitu dong. Di PH jam 5 aku udah pesen meja kok, entar langsung ketemuan disana ajaa. Okee?” jawabnya dengan nada sumringah
“jam 5 di PH. Okee” ucapku memastikan tempat dan waktunya.

Aku pun langsung beranjak mandi karena waktu itu sudah menunjukan jam 4 sore. Segera aku meminta ijin ibu dan pergi dengan vixionku karena beat yang biasa aku pakai sedang tidak ada bensin. Sesampainya di tempat yang sudah direncanakan, aku pun mencari meja yang telah dipesan oleh ika,
“selamat sore kak, mau pesan meja untuk berapa orang?” Tanya salah satu pelayan di tempat itu
“oh engga mbak, saya mau tanya meja atas nama ika di sebelah mana ya? Sahutku menanyakan meja ika
“oh mari kak saya antar” ucap pelayan tersebut dengan halus. Ternyata sudah ada ika dan teman-temannya yang satu pun tidak kukenal, kecuali seorang gadis behijab yang sudah tidak familiar bagiku. Aul? gumamku agak kaget. Sekarang aku tau mengapa ika memaksaku untuk menghadiri acaranya. Ya dia sengaja memaksaku untuk bertemu dengan aul, seoarang gadis yang sebelumnya aku kenal di sosial media twitter. Aul adalah sahabat ika, dan ika telah berencana mencomblangkan kami. Aul anak yang baik, cantik, walaupun agak manja.

Singkat cerita kami pun jadian. Seperti halnya orang kasmaran, minggu pertama pacaran semua manis banget. Dari BB yang dulu cuman buat BBMan doang, sekarang buat telponan berjam-jam. Dari yang BBMan kalo lagi butuh, sekarang jadi BBMan kapan aja.

Bulan pertama pacaran semuanya manis. Masuk bulan kedua, manisnya ilang berubah jadi pait. Entah apa yang membuat kami menjadi seperti sekarang. Namun satu hal yang pasti, aku tidak tahan dengan kemauannya yang menurutku tidak wajar. Apa itu sifat dari anak orang berada? Gumamku dalam hati, entahlah. Ditambah dengan jarak rumah kami yang bisa dibilang sangat jauh, sehingga membuat hubungan kami tidak harmonis dan sering terjadi kesalah pahaman. Seringkali ketika kami bertengkar, aul mengucapkan kata putus yang membuat aku terkejut. Aku sudah muak dengan sifat aul yang kekanak-kanakan, sehingga aku mengiyakan ucapannya.

Aku dan aul pun mengakhiri hubungan kami, dan saat itu juga aku bertemu teman masa kecilku dulu sekaligus seseorang yang aku cintai selama hampir enam tahun, Vita namanya. Aku masih mengingat perkenalan pertama kami, lucu, unik, dan tak akan terlupakan. Dia mempunyai mata indah, mata yang spesifik. Aku tahu jika vita tidak mempunyai perasaan yang sama denganku. Vita lebih mencintai abangku, Andre. Sejak dulu vita dan abangku sangat dekat, sehingga aku tidak berani mengungkapkan perasaanku dan lebih memilih memendamnya hingga saat ini. Aku sadar jika aku sudah tak diharapkan, namun aku juga sadar bahwa vita terlalu berharga untukku. Aku lebih memilih memendam perasaan, karena aku takut terluka. Tapi justru memendam yang membuatku luka. Mungkin orang beranggapan ini adalah cinta monyet, apalagi kami sudah lama tak bertemu, tapi ini bukan. Kalau cinta monyet, aku pernah mengalaminya. Tidak, ini lebih serius dari itu. Aku merasakan hal yang sama, Cuma lebih dalam.

Semakin hari hubungan antara bang andre dan vita semakin dekat. Mereka sering jalan bareng, makan bareng, bahkan telepon hingga larut malam. Ikut bahagia sih jika ngeliat vita sudah dapat yang tepat. Cemburu? kalo iya aku bisa apa? pikirku dalam hati. Suatu hari kami pergi bersama untuk menonton film horor yang berada di bioskop kota kami. Jelas vita dengan abangku, sedangkan aku sendiri bersama adik kelasku yang saat itu masih dekat denganku. Aku menghayal jika aku adalah abangku, aku akan sangat bahagia malam itu. Memang susah jika kita sayang oleh seseorang sudah bertahun-tahun, mau bagaimanapun juga tetep saja sayang. Susahnya lagi dia tidak mengetahui apa yang sedang kita rasakan, dia hanya menganggap kita teman atau kakak saja.

Aku tidak yakin jika bang andre benar-benar mencintai vita seperti aku mencintainya. Aku sering melihat bang andre sedang chatingan dengan beberapa cewek yang menurutku mereka bukan hanya seorang teman abangku. Aku pun menanyakan siapa gadis-gadis tersebut.
“bang gimana vita? udah jadian?” tanyaku penasaran.
“gimana apanya? jadian? siapa yang jadian? Aneh kamu dek.” Jawabnya sambil membalas chat seseorang.
“kamu sama vita lah, kan udah deket. Lagi bales chat siapa sih? Penting banget.” Kataku sambil mengintip layar hp bang andre.
“enggalah dek, masa sama vita, kita cuman deket biasa kok. Ini loh, dari gebetan baru hehe” Ucapnya sembari tersenyum lebar. Aku terkejut mendengar kata-kata abangku. Jadi mereka hanya teman? bagaimana dengan vita. Apakah dia sudah mengetahui hal ini? ucapku dalam hati.

Selang beberapa hari, aku terpikir oleh kedekatan bang andre dan vita. Aku takut jika vita merasa sedih karena abangku hanya menanggapnya seoarang teman seperti yang sedang aku rasakan saat ini. Aku pun berusaha untuk membuat vita tidak merasakan apa yang sedang aku rasakan dengan menghiburnya, menyemangatinya. Aku tidak ingin melihat vita bersedih hanya karena abangku. Terkadang aku merasa iri kepada abangku. Dalam doa baik aku bersyukur masih dapat memendam perasaan yang begitu menyakitkan. Di sisi lain aku selalu mengeluh, mengapa Kau pertemukan aku dengan dia yang mungkin tak pernah bisa bersatu. ‘kapan kau sadar bahwa ada aku yang selalu ingin melihatmu tersenyum, bukan hanya abangku yang selalu membuatmu menangis’ gumamku dalam hati menahan perasaan yang terpendam selama bertahun-tahun.

Suatu hari setelah pulang sekolah, aku main ke rumah sahabatku vando. Aku bercerita tantang perasaanku kepada vita dan masalah vita dengan abangku. Aku ingat vando hanya mengucapkan kalimat “percuma dong punya perasaan tapi beraninya disimpen doang!” Kalimat itu membuatku tercengang. ‘benar juga kata vando’ ucapku dalam hati.

Tidak lama kemudian aku menerima BBM dari vita, katanya dia ingin bercerita kepadaku. Kebetulan saat itu vita sedang pulang sekolah dan menunggu angkot di salah satu jalan di kotaku. Kami pun sepakat untuk pulang bersama karena rumah vita dan rumahku searah. Aku pun berpamitan dengan vando dan segera ke tempat dimana vita menungguku. Sesampainya disana aku bertemu vita dan langsung menyuruhnya naik ke motorku. Dalam perjalanan pulang vita hanya diam tak mengucapkan satu kata pun, aku mulai bertanya apa yang ingin diceritakan kepadaku.

“gimana vit? mau cerita apa? tanyaku membuka percakapan
“gimana ya bang, bingung mau mulai darimana” ucap vita pelan
“ya udah cerita langsung ke intinya aja, gak usah keburu-buru” jawabku mempersingkat waktu
“bang andre kenapa ya? kok sekarang jadi berubah. Mention dari aku dibales lama, smsku gak pernah dibales. Kamu tau gak kenapa dia begini? tapi jangan bilang bang andre ya kalo aku tanya tentang dia ke kamu” terangnya dengan mendekatkan tubuhnya ke depan agar aku mendengarkan lebih jelas.
“iya deh aku terangin, tapi jangan bilang bang andre juga kalo aku yang kasih tau” ucapku menjelaskan. Aku pun menjelaskan semua yang aku tau tentang bang andre. Aku tahu bahwa vita sangat sedih mendengarkan penjelasanku, namun aku juga tidak ingin vita semakin sedih karena digantungin oleh abangku.
“kenapa sih bang aku harus suka sama bang andre, bukan ke orang lain aja?! Aku capek bang, kalo inget pasti netes. Aku capeeek!” jelas vita sambil menahan tangis. Aku hanya bisa diam karena aku tidak tahu harus menjawab apa.
‘kamu terlalu jauh mencari seseorang yang menurutmu tepat, sehingga kamu tidak melihatku yang selalu memperhatikanmu dari sini’ ucapku dalam hati karena tak mampu kuungkapkan secara langsung.

Setelah itu, kami pun tak berkata apa-apa. Sesampainya di rumah vita, aku pun langsung berpamitan dan pulang. Aku ingin mengungkapkan perasaanku yang telah terpendam bertahun-tahun kepada vita, namun aku takut jika hal ini akan semakin mempersulit keadaan. Aku tak ingin vita semakin terkejut jika mengetahui bahwa aku mencintainya. Aku lebih memilih memendamnya dan rela berkorban asal orang yang aku cintai bahagia. ‘Dia bahagia dan itu lebih dari cukup untukku, apa aku bisa berharap lebih dari itu?’ gumamku dalam hati menerima kenyataan.

Hampir enam tahun, selama itu tak pernah perasaan bodohku terungkap di hadapanmu, terucap dari bibirku, dan didengar olehmu. Aku tidak menginginkannya, hanya karena tak ingin kedekatan kita semakin merenggang dan kau menjauhiku. Aku tak banyak memiliki keberanian untuk mengungkapkan seluruh perasaanku padamu. Karena satu alasan sederhana, aku mencintaimu tetapi kamu mencintainya!



cerpenmu.com/cerpen-cinta-segitiga/alasan-sederhana.html

Bulan Lahir dan Keanehan Teman SMA

JANUARI : Ryan adalah Ojek cinta, cowok kul yang silencer ini dibilang laki-laki lembut sama carbonat. Entah kenapa, dia itu mirip banget sama salah seorang personil boyband, gatau apa namanya. :p

FEBRUARI :. Ada Orang Kaya alias patepong, Iponk atau Mas Irvan ganteng. Iponk itu paling sering bikin gossip dan ngarangnya itu luar biasa. Ajiiiip banget, nyampe carbonat sering mati suri masal. Yang kedua dadan atau bolot, dia adalah cowo yang paling aneh karna nganggep dirinya bolot. -_- karena rendah hatinya itu, bikin cewe carbonat begitu mengagumi dirinya.yang ketiga, Agung dia paling jago ackting kereeeen banget. Pada pagelaran sastra dia jagonya dehh. apalagi kalau bawa motor FU makin kereeeeen, motornya maksutnya :p Tiara atau Iyay atau cewe exact. Paling diem kalo ngerjain soal exact, ga bisa lirik kiri kanan sama sekali. Tiara plissss dong, UTS nanti lirik yaa… :3 Eliya.. makasih yah ultah kemaren nraktir CARBONAT, sayang eliyaaa.. :*

MARET :  Ikhsanurrizal atau areng atau ampas kecap, adalah yang paling jail di carbonat. Dia yang paling sering bikin carbonat ngakak apapun alibinya. Yang paling banyak ngeyel dan engga bisa diem. Entah kenapa, dia sama iponk rebutan CULIK ??? OMG -,-

APRIL : Aan, atau dokter kelas. Dokter tanpa tanda jasa ini yang ngerawat kami carbonat kalo sakit perut, sakit hati, dan sakit apa ya ? apa aja dahhhh. Tapi, dia gamau ngobatin kalo sakit kantong, itungan banget sih :/

MEI : Edwan, dia ngaku dirinya so handsome banget, dia juga nganggep cewe carbonat kalo liat dia bisa nyampe guling-guling karena terpesona melihat wajahnya. Do’a buat edwan, moga keinginan menjadi gantengnya tercapai. Amiin. Erna,  gue heran banget sama dia, waktu mau mayoran di kasih 2 pilihan sama panitia antara ayam kampong atau negeri, eeh dia milih mie ayam. Kurang oon apalagi coba ? na, lo harus test kelainan gejala bipolar kayanya.. :p

JUNI : ada Eli, cewe paling fenomenal ini, dia adalah inceran para cowo… engga ngelak, semua cowo carbonat pun terkesima. tapi maap, Eli cuma mau sama PPL aje :p padahal, diem2 cowo carbonat cemburu dan nangis di kolong jojodog karena panas hati, liat eli ngefans sama cowo lain (ppl)

JULI : Giri, apabanget dia ngaggep dirinya Direktur Utama Carbonat. Satu-satunya anak carbonat yang ada kumisnya, lebat lagi. Bukan hanya kumis, bulu keteknya juga lebat banget. :p dia, bangga banget tiap hari mamerin bulu keteknya. Emang engga nyadar gitu bau bangett -_-

AGUSTUS : Dewi. setiap cowo yang ngeliatnya pasti pingsan. Karena apa ? dia suka tiba-tiba ngupil di depan kelas pas lagi pidato… Gubrag -_- Asep ? kalau dia ngomong, bikin carbonat pada mangap-mangap, karena apa ? bahasanya tresendental banget. Tresendental apa ? gatau gua juga. :p satu lagi, aseep itu sensitive banget, sensitive mikir yang macem-macem terus, kalian tau apa ? rahasia umum kita -_____- Tina nick pesbuknya itu, Xiao Xiang, binguneg gue.. dia pengen jadi orang china yaa ? matanya sipit, kulitnya putih -_-

SEPTEMBER : ada dua anak cewe kembar, Anita & Alita, tapi karakter mereka itu berbanding terbalik. Anita ? dia biasa dipanggil bibi, bibi yang suka masakin buat carbonat, yang suka nyuci baju buat carbonat & apa-apa buat carbonat. Dia baik dehh :p Alita atau CEPER ini suka ngamuk karena kelaparan, bahkan cowo pun dia injek-injek karena engga dikasih makanan, dia itu yang paling kuat diantara personil carbonat. Faranita atau dzoharol, dia paling Ajiiiiip sama nada dialeknya itu. Bikin carbonat menari-nari:p. Erwan itu kata pak andre antusias banget, saking antusiasnya soal matematika aja dia makanin.. *padahal kelaperan ;p Risdayanti ato Krisdayanti, mirip engga ? ya mau mirip apa kaga yang jelas di carbonat dia serasa mirip krisdayanti. -_-

OKTOBER : Ega dia itu yang paling jorokan, nyampe-nyampe tiap hari bawa sendok buat makan di kantin, sama elap buat ngebersiin bangkunya itu. Tapi, anehnya dia suka liatin upilnya dewi terus. Entah suka entah ngefans sama upilnya itu. Ivani, dia suka tiba-tiba ngetablo di depan kelas. Cewe paling bawel ini suka ngasih solusi yang aneh dan konyol banget. Fahrizal, cowo tersixpeact dan paling sexsi, demplon, bohai & apapun istilahnya suka melas-melas kalo guru mau pergi dari kelas, dia yang paling rajin nyampe tiap hari minta ulangan harian.

NOVEMBER : Indri tiap 10 menit sekali, minta anter buat ke WC. Entah kenapa, WC jadi tempat favoritnya dia. Yoyon atau masyon, saingan sama culik buat jadi para penjilat. Anehnya, masyon itu tiap pelajaran minta mamerin bakat terpendamnya. Adzan :D

DESEMBER : Culik/Devi… dia jadi rebutan cowo carbonat. Dia punya inner beauty gituuu yang menarik para cowo buat mengaguminya, memikirkannya, menghayatinya & menangisinya.


Tuhan, terimakasih telah menciptakan ibu yang melahirkan setiap anak, anak yang lucu, cantik dan juga ganteng, yang menjadi keluarga kami semua sekarang, keluarga besar yang tak mungkin terlupakan. kita sama-sama dicipta untuk saling merapatkan barisan, mengokohkan persatuan & meraih aspirasi menjadikan Dunia ada pada genggaman kita yang hakiki. Fighting !!