Siska Bergegas menyetater motor kesayanganya untuk segera melaju ke rumah Akbar, sahabat dekatnya sedari duduk di bangku SD. Ia Berencana melakukan belajar Fisika bareng di rumah Akbar. Belajar bersama dengan Akbar merupakan kebiasaan Siska Sejak duduk di bangku SMP dan kebiasaan itu awet hingga mereka kelas XII. Memang Akbar termasuk anak yang cukup cerdas dalam bidang fisika di kelasnya.
Pada saat belajar bersama itu mereka juga ngobrol banyak hal tentang hal yang lagi ngetrend di kalangan anak muda, berita berita tentang ranah politik, sampai ngegosip tentang temen temen satu sekolahan, tak luput dari perbincangan mereka. Tapi sayangnya mereka berdua tak pernah membicarakan tentang yang namanya cinta. Bagi Siska dan Akbar Cinta bisa dicari sesudah kita mencapai kesuksesan, cinta menurut mereka berdua juga termasuk hal yang dapat mengganggu pendidikan mereka nantinya. Mereka berdua juga sedang bersiap siap menghadapi ujian nasional yang sudah di depan mata.
“Sis, kamu pernah ngerasain cinta?” tanya akbar di sela sela waktu belajar bareng mereka
“Emmm.. Belum tuh..” kata Siska santai.
Dalam hati Siska heran mengapa akbar bertanya seperti itu, padahal selama mereka bersahabat akbar tak pernah bertanya apapun yang berhubungan dengan cinta.
“Jadi, kamu belum pernah ngerasain gimana rasanya cinta pada pamdangan pertama dong?”
“Hahahaha kenapa sih kamu bar? jatuh cinta yah?”
“kamu gimana sih sis, Ditanya malah balik nanya, pake ketawa lagi”
“Udah deh sekarang bukan waktunya mikirin cinta, cinta dan cinta, belajar aja dulu buat ngadepin UN”
Akbar hanya menanggapi ucapan Siska dengan senyum simpulnya
Sejak Dari SMP Akbar udah ada rasa kepada Siska, yang sejak SD sudah jadi sohib sejatinya, tapi ia tak pernah mengutarakanya kepada siska, ia takut jika ia mengatakan yang sebenarnya itu bisa merusak persahabatanya yang dibangun sejak mereka masih ingusan. Akbar juga tau bahwa prioritas utama Siska adalah menjadi orang sukses di kemudian hari. Siska juga tak pernah kepikiran mau pacaran, menurutnya itu hanya dapat menghambat sekolahnya. Maka dari itu sampai sekarangpun akbar tak berani mengutarakan rasa cintanya kepada siska da hanya mencintai siska sebatas dalam diam.
“sis, kenapa akhir akhir ini kamu sering muncul di pikiranku, bahkan mimpiku?” kata akbar bicara sendiri
“Kenapa rasa ini terus saja bertambah, padahal aku berusaha tidak menghiraukan rasa ini, dan lebih mementingkan pelajaranku dibanding rasa cinta ini padamu? tapi, kenapa semakin aku berusaha menghilangkan rasa sayang ini, bayanganmu semakin kuat di benakku? apa kamu merasakan hal yang saat ini ku rasakan? aku takut rasa cinta ini nantinya membuat persahabatan kita hancur”
Malam itu ia tak bisa tidur, Akbar terus terbayang oleh wajah cantik Siska.
Ujian Yang ditunggu tunggu pun tiba, 3 minggu sebelum ujian berlangsung, mereka sering belajar bersama, tak jarang mereka juga saling memotivasi satu sama lain. Seiring seringnya ia Akbar bertemu, tak tau kenapa cinta itu juga semakin kuat, tak bisa ia hilangakan, tapi Akbar tetap menomor dua kan perasaanya itu. Ia juga yakin pasti ada waktu yang pas untuk mengutarakan perihal perasaannya terhadap siska. Toh kalau jodoh nggak akan kemana mana kan?
“Makasih akbar, atas ilmu yang kamu ajarkan sama aku, juga motivasi motivasimu” Kata Siska girang
“hahahaha iya iya sama sama, terimakasih juga udah ngajarin aku. syukur alhamdulillah ya sis, kita lulus ama nilai yang memuaskan” Kata akbar tak kalah Girang
“iya iya.. duuuh.. emang kamu sahabat terbaikku” kata siska, seraya mendaratkan pelukan manis di tubuh akbar
Sontak akbar terkaget kaget dengan apa yang Siska lakukan.
“Aku sayang kamu lebih dari sahabat sis, aku cinta padamu, apa kamu tak merasakan itu semua?” dalam hati akbar Berkata.
Tiba tiba Hp akbar berbunyi, ternyata Siska yang menelponya. Ia mengajak akbar ke perpustakaan kota untuk mencari sebuah buku, akbar pun meng iyakan ajakan siska.
Di tengah diskusi mereka tentang suatu hal yang dimuat dalam buku yang diambil siska, akbar tak henti hentinya memandang muka siska yang kelihatan manis itu.
“Siska, aku mau ngomong sama kamu” kata Akbar
“iya, ngomong aja, emang mau ngomong apaan?” sahut Siska Santai
“Aku sayang kamu dari SMP, tapi maaf aku baru bilang sekarang. Mau nggak kamu jadi pacar aku?” kata kata itu pun keluar dari mulut Akbar.
“Jangan bercanda ah..” Siska membalas
“Enggak aku nggak bercanda, ini serius. Gimana kamu mau?”
Suasana pun mendadak hening
“Sebenernya aku juga sayang sama kamu dari dulu, dan iya.. aku mau jadi pacar kamu”. Jawab Siska malu malu
“Tapi.. maaf sebelumnya aku nggak ngasih tau tentang hal ini. aku 5 hari lagi mau berangkat ke Australia. Aku keterima kuliah disana” Lanjut Siska
Wajah Akbar mendadak kaget
“Syukur dong kalo gitu, itu kan salah satu impian kamu. Kalau Urusan hubungan kita, jangan khawatir aku selalu jaga sayang ini, dan akan selalu nunggu kamu sampai kamu pulang nanti”
“Terimakasih ya pengertianya bar, aku juga akan jaga sayang aku ke kamu, walaupun dalam kejauhan”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar