Rabu, 07 Januari 2015

Penyesalan

“Di setiap beribu bintang itu hanya ada satu yang akan kupilih untuk menjadi pendamping ku kelak nanti, kamu tau gak yang mana akan kupilih” Tanya deny kepada rany, tanpa memikir panjang reny pun langsung menjawab “enggak” “aku akan pilih yang itu tuh yang paling terang yaitu diri kamu sayang” ujar deny dengan kata-kata yang serius, mendengar kata-kata yang diucapkan oleh deny membuat suasana menjadi lebih ramai, walaupun yang berada di bawah pohon kelapa itu Cuma mereka berdua saja. Sikap deny memang selalu begitu suka merayu cewek, hal itu pun membuat rany semakin cinta saja sama deny. “udah malam banget nih, kita pulang yuk” ajak deny.

Rany dan deny pun pergi menuju ke rumah masing-masing. dengan langkah menuju pintu rumah suara mama deny langsung berteriak “dari mana saja kamu” “anu ma.. tadi ke tempat teman mau nanyain pr mate-matika” jawab deny dengan nada yang gugup” “alasan saja kamu, pergi tidur sana” ujar mama deny pandai nya hanya menipu saja padahal dia baru saja berpacaran.

Di pagi hari deny bangun dengan tersentak ‘wahh… sudah jam segini aku harus lebih cepat pergi kesekolah’ setelah selesai memakai semua perlengkapan deny pun langsung pergi dari rumah, jarak sekolah deny ke rumahnya tidak terlalu jauh makannya itu dia bangun nya lama-lama.

“huu…! Akhirnya tidak terlambat” ujar deny dengan lega. Hari ini deny akan belajar biologi, matematika dan ips.

Setelah usai sekolah deny meninggalkan sekolahnya itu, hari ini deny jalan dengan perempuan, mereka berjalan dengan penuh romantis, tak sengaja pun reny melihat mereka berdua berjalan, dan tanpa sebab reny langsung menghampiri deny dan menampar deny dengan ekspresi yang penuh emosi, “awww…” ucap deny sambil memegang pipinya itu, rany pun meninggalkan deny dengan sedikit tetesan air mata, perempuan itu pun menyusul rany dengan langkah yang cepat
“hmm aku menyesal dengan perbuatan ku yang jelek ini, aku janji gak akan seperti ini lagi, aku akan menjadi cowok yang bisa menghargai perasaan cewek lain” ucap deny dengan senyumannya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar